Selasa, 17 Januari 2012

BACAAN PANJANG


Adapun macam bacaan panjang atau mad lain yaitu :
1)   MAD  THABI’I
Mad artinya panjang, thabi’I artinya biasa
Apabila alif(ا) terletak setelah fathah atau ya mati(ي) terletak setelah kasrah atau waw mati (و)terletak setelah dhammah maka disebut bacaan mad thabi’I, cara membacanya dibaca panjang dua harakat / satu alif.
Contohnya:  QAALUU  ,WANUSUKII  ,WAMAHYAAYA

2)   MAD WAJIB MUTTASIL 
      Mad wajib muttasil adalah mad thabi’I bertemu dengan huruf hamzah (ء)dan hamzah
disini dalam satu kata dari mad thabi’I itu sendiri cara membacanya panjang lima
harakat . Dalam Al-quran penulisan mad wajib muttasil selalu diberi tanda (~).
Contohnya:   MINASSAMAAI 
                                                   
3)   MAD JAIZ MUNFASHIL
Mad jaiz munfasil adalah mad thabi’I bertemu dengan (ء) hamzah ini terdapat pada lain lafazh.
Jaiz artinya boleh,munfashil artinya terpisah. Membacanya boleh dipanjangkan seperti mad wajib muttasil dan boleh seperti mad thabi’I tetapi seperti mad wajib muttasil lebih baik.
contoh :    WAMAAUNZILA
                             
4)   MAD LAZIM MUTSAQQAL KILMI
Lazim artinya pasti atau wajib, mutsaqqal artinya diberatkan, kilmi artinya sebangsa perkataan,Mutthawwal artinya dipanjangkan. Apabila ada mad thabi’I bertemu dengan tasdid didalam satu
Kata maka dibaca panjang dalam tiga kalimat thabi’I atau 3 alif.
Contoh : WALADHDHAALLIIN
                                   
5)   MAD LAZIM MUKHAFFAH KILMI
Apabila ada mad thabi’I bertemu dengan huruf mati, maka disebut bacaan mad lazim mukhaffah kilmi. Mukhaffaf artinya diringankan. Didalam Al-Qur’an yang termasuk mad
Lazim mukhaffaf kilmi hanya ada satu kata,yaitu dalam surat Yunus yang berbunyi
Contoh : AL’ANA
                                           
6)   MAD LAYIN
Apabila ada wawu mati (و) atau yak mati (ي) didahului oleh fathah maka disebut mad layin. Cara membacanya adalah panjang dan lunak.
Contoh :   QAWLAAN

7)   MAD ‘ARIDL LISSUKUN
Apabila ada mad thabi’I terletak sebelum wakaf  tempat berhenti membaca )maka disebut
Mad ‘aridl lissukun . Cara membacanya ada tiga macam cara,yaitu :
a.    Lebih utama dibaca panjang seperti mad wajib muttasil ( 6 ketuk atau 6 harakat ).
b.    Boleh dibaca 4 ketuk panjangnya,yaitu dua kali mad thabi’I .
c.    Boleh dibaca seperti mad thabi’I yaitu dua ketuk ( dua harakat ).
Contoh :    RABBIL’AALAMIIN
                
8)   MAD SHILAH QASRAH
Apabila ada dhamir (kata ganti) hak didahului oleh huruf yang berharakat (huruf hidup) maka disebut  mad shilah qashirah. Silah artinya hubungan, qashirah artinya pendek.
Bacaan panjangnya seperti mad thabi’I, yaitu 2 ketuk ( 2 harakat ).
Contoh :
Tetapi apabila dhamir hak didahului oleh huruf mati atau disambung dengan huruf yang dimukanya atau diwakafkan,maka dibaca pendek.
Contoh : ’ANHU
                             
9)   MAD SHILAH THAWILAH
Apabila ada mad shilah qashirah bertemu dengan hamzah (alif) maka hukum bacaannya adalah mad shilah thawilah. Panjang bacaannya seperti mad jaiz munfashil, yaitu 5 ketuk.
Contoh :     ‘INDAHUUAWWABUN 
                           
10) MAD I’WADL
Apabila ada tanwin fathah terletak pada waqaf (berhenti) pada akhir kalimat, maka disebut mad ‘iwad. Panjang bacaannya seperti mad thabi’I. arti ‘iwadl adalah ganti, yaitu tanwin fathah diganti dengan mad.
Contoh : SHIRATHAN MUSTAQIIMAN
11)MAD BADAL
Apabila ada hamzah (ء) bertemu dengan mad, maka disebut mad badal, badal artinya ganti.
Contoh :   AAMANA
                                         
12)MAD LAZIM HARFI MUSYABBA
Jika dalam permulaansurah Al-Qur’an terdapat salah satu huruf, ع , ص , ق , ن , ك , م , ل , غ Arti musyabba adalah dikenyangkan panjang bacaannya 6 harakat.
Contoh :  YASIIIIIIN

13)MAD LAZIM HARFI MUKHAFFAF
Apabila dalam permulaan surah Al-Qur’an terdapat salah satu/lebih dari, ه , ط , ر , ح , ي
Panjang bacaannya seperti mad thabi’I yaitu dua harakat.
Contoh :    ALIFLAAAAAAMRAA             
14)MAD TAMKIN
Apabila ada yak mati (ي) didahului oleh huruf yak bertasdid cara membacanya ditepatkan dengan tasdid dan mad thabi’I. tamkin artinya menetapkan.
Contoh :  UMMIYYIINA
                               
15)MAD FARQI 
Ada satu macam bacaan panjang untuk membedakan antara pertanyaan atau bukan dan kalimat tersebut membentuk pertanyaan yang disebut mad farqi.
Contoh :     QUL AAALLAHU ADZINI LAKUM

TENTANG SAHABAT



Aku bangga dapati dirimu seadanya..
kupikir, pantaslah dirimu kutemani
aku bahagia, sungguh ingin terurai kata...
KAULAH SAHABATKU....

bila hari-harimu berselimutkan duka
kudoakan Damai bagimu
bila hari-harimu tertimpa bahaya
kudoakan KASIH bagimu

bila hari-harimu berlarut ceria
kudoakan BAHAGIA bersamamu

selama matahari masih terbit dan tenggelam
selama bulan dan bintang dilangit masih bercahaya
selama panas dan hujan masih silih berganti
AKULAH SAHABATMU

bersama kita merangkai KARSA
bersama kita menyusun CERITA
bersama kita satukan ASA
berjalan terus bersama CINTA

bila mungkin adanya, kita kan bersama
selalu dan selamanya
dalam doa dan pinta......
BAHAGIA....
Akhirnya......






Minggu, 15 Januari 2012

PENCERAHAN - PESAN IBU



Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, "Om, beli kue Om, masih hangat dan enak rasanya!"
"Tidak Dik, saya mau makan nasi saja," kata si pemuda menolak.
Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran.
Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, "Tidak Dik, saya sudah kenyang."
Sambil berkukuh mengikuti si pemuda, si anak berkata, "Kuenya bisa dibuat oleh-oleh pulang, Om."
Dompet yang belum sempat dimasukkan ke kantong pun dibukanya kembali. Dikeluarkannya dua lembar ribuan dan ia mengangsurkan ke anak penjual kue. "Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya."
Dengan senang hati diterimanya uang itu. Lalu, dia bergegas ke luar restoran, dan memberikan uang pemberian tadi kepada pengemis yang berada di depan restoran.
Si pemuda memperhatikan dengan seksama. Dia merasa heran dan sedikit tersinggung. Ia langsung menegur, "Hai adik kecil, kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang. Kenapa setelah uang ada di tanganmu, malah kamu berikan ke si pengemis itu?"
"Om, saya mohon maaf. Jangan marah ya. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan atas jerih payah sendiri, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh ibu saya sendiri dan ibu pasti kecewa, marah, dan sedih, jika saya menerima uang dari Om bukan hasil dari menjual kue. Tadi Om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu."
Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti. "Baiklah, berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh." Si anak pun segera menghitung dengan gembira.
Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata, "Terima kasih Dik, atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibumu."
Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap, "Terima kasih, Om. Ibu saya pasti akan gembira sekali, hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami."

Ini sebuah ilustrasi tentang sikap perjuangan hidup yang POSITIF dan TERHORMAT. Walaupun mereka miskin harta, tetapi mereka kaya mental! Menyikapi kemiskinan bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain. Tapi dengan bekerja keras, jujur, dan membanting tulang.
Jika setiap manusia mau melatih dan mengembangkan kekayaan mental di dalam menjalani kehidupan ini, lambat atau cepat kekayaan mental yang telah kita miliki itu akan mengkristal menjadi karakter, dan karakter itulah yang akan menjadi embrio dari kesuksesan sejati yang mampu kita ukir dengan gemilang.
Salam sukses luar biasa!